Thursday, July 27, 2017

Pipa atau Ember?

Kisah Ember dan Pipa

Alkisah, ada dua orang saudara sepupu yg tinggal di sebuah desa. Keduanya dikenal punya semangat dan ambisi yg kuat untuk menggapai kemajuan. Yang pertama bernama Pipo, yang kedua bernama Embro. Keduanya tinggal dalam rumah yg berdampingan di desa tersebut.
Keduanya sering berkhayal, suatu saat nanti mereka akan menjadi orang yang paling kaya di desa itu. Mereka berdua sama-sama cemerlang dan sangat tekun dalam bekerja. Yang mereka perlukan hanyalah kesempatan utk mewujudkan impian itu.
Pada suatu hari, kesempatan itu muncul secara tiba-tiba. Kepala desa disitu memutuskan mempekerjakan mereka utk membawa air dari sungai yg terletak di pinggir desa, ke tempat penampungan air yg terletak di tengah desa tersebut. Pekerjaan itu dipercayakan kepada Pipo dan Embro.
Singkat cerita, keduanya langsung membawa dua buah ember dan segera menuju ke sungai. Sepanjang siang keduanya mengangkut air dengan ember. Menjelang sore, tempat penampungan air sudah penuh sampai ke permukaan. Kepala desa menggaji keduanya berdasar jumlah ember air yg masing-masing mereka bawa. Begitu pekerjaan itu di lakukan setiap hari selama beberapa waktu.
“Wow, apa yg kita cita-citakan selama ini akan terkabul!” teriak Embro gembira. “Rasanya sulit dipercaya, kita mendapatkan penghasilan sebanyak ini”.
Namun, Pipo tidak berhenti sampai disitu saja. Dia tidak yakin begitu saja. Setiap pulang ke rumah, Pipo merasakan punggungnya nyeri semua. Kedua telapak tangannya juga lecet-lecet. Begitu pagi tiba, perasaannya jadi kecut karena harus pergi bekerja. Tidak ingin punggung dan tangannya bermasalah lagi, Pipo justru berpikir keras mencari akal bagaimana caranya mengangkut air dari sungai ke desa tanpa harus terluka. Tanpa harus menanggung rasa nyeri di punggung. Tanpa melakukan hal itu semur hidupnya!
“Embro, aku punya rencana,” kata Pablo keesokan harinya. “Daripada kita mondar-mandir setiap hari membawa ember ke sungai dan hanya mendapatkan beberapa sen per hari, mengapa tidak sekalian saja kita membangun pipa saluran air dari sungai ke desa kita.”
Embro langsung menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba. “Saluran pipa air! Ide dari mana itu!” kata Embro tegas. “Kita kan sudah mempunyai pekerjaan yg sangat bagus dan menghasilkan uang dengan mudah, Pipo. Aku bisa membawa seratus ember sehari. Dengan upah satu sen per ember, berarti penghasilan kita bisa satu dolar per hari! Aku akan menjadi orang kaya. Dan ini berarti pada setiap akhir minggu aku bisa membeli sepasang sepatu baru. Pada setiap akhir bulan, aku bisa membeli seekor sapi. Setelah enam bulan kemudian, aku bisa membangun sebuah rumah kecil. Kau melihat, tidak ada pekerjaan semenguntungkan mengangkut air di desa ini. Lagipula, pada setiap akhir minggu kita mendapat libur. Setiap akhir tahun kita juga mendapat cuti dua minggu dengan gaji penuh. Kita akan hidup dengan sangat layak, dilihat dari sudut manapun. Jadi, buang jauh-jauh idemu utk membangun saluran pipa airmu itu.”
Tapi Pipo tidak putus asa. Dia tetap bersikukuh pada idenya itu. Dengan sabar dia menerangkan bagaimana proses membangun pipa salurannya itu kepada sahabatnya. Embro tak beranjak sedikitpun dengan tawaran Pipo.
Akhirnya, Pipo memutuskan utk bekerja paruh waktu saja. Dia tetap bekerja mengangkuti ember-ember itu. Sementara sisa waktunya, ditambah libur akhir minggunya, dia pakai utk membangun saluran pipanya itu.
Sejak awal melakukan pekerjaannya ini, Pipo telah menyadari akan sangat sulit membangun saluran pipa itu dari sungai ke desanya. Menggali di tanah keras yg mengandung banyak batu jelas tak kalah menyakitkannya dengan luka lecet dan punggung nyeri karena mengangkut air.
Pipo juga menyadari, karena upah yang dia terima sekarang berdasarkan jumlah ember yang diangkutnya, maka penghasilannyapun secara otomatis menurun. Dia juga sudah sangat paham bahwa dibutuhkan waktu satu atau dua tahun sebelum saluran pipanya itu bisa berfungsi seperti yg dia harapkan.
Namun, Pipo tak pernah kendur dengan keyakinannya. Dia tahu persis akan impian dan cita-citanya. Sebab itu dia terus bekerja tanpa kenal lelah.
Kini, pemandangan kontras mulai tampak diantara kedua sahabat itu. Sementara Embro asyik berbaring santai di hammock (tempat tidur gantung berupa jaring) pada sore hari, pada akhir minggu, Pipo tampak terus berlelehan keringat menggali saluran pipanya. Pada bulan-bulan awal, Pipo memang tak menunjukkan hasil apapun dari usahanya. Tampak betul bahwa pekerjaannya sangat berat. Bahkan jauh lebih berat dari pekerjaan yg dilakukan Embro. Selain harus tetap bekerja pada akhir minggu, Pipo juga bekerja di malam hari.
Tapi Pipo selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun berdasarkan pada perjuangan yg dilakukan hari ini. Dari hari ke hari dia terus menggali. Mili demi mili, senti demi senti!
Pepatah yg selalu diingat Pipo adalah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dia selalu bersenandung setiap mengayunkan cangkulnya ke tanah yg mengandung batu karang. Dari satu centimeter, menjadi dua centi meter, sepuluh centi meter, satu meter, duapuluh meter, seratus meter, dan seterusnya….
Dan, Pipo mulai melihat hasil kerja kerasnya… meski belum maksimal…
“Fokuslah pada imbalan yg akan kau peroleh dari pekerjaanmu”. Kata-kata itu terus diingat Pipo, dan dia ulang-ulang setiap akan pergi tidur. Fokus, fokus,fokus…. Imbalannya pasti jauh lebih besar….
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Dan pada suatu hari, Pipo menyadari saluran pipanya sudah tampak setengah jadi.
Setiap saat beristirahat, Pipo menyaksikan sahabatnya Embro yg terus saja mengangkat ember-ember. Bahu Embro juga tampak semakin lama semakin membungkuk. Dia tampak menyeringai kesakitan, meski sering berusaha dia sembunyikan. Langkahnya juga semakin lamban, akibat kerja keras setiap hari.
Akhirnya, terjadi juga kegemparan di desa itu. Saat bahagia Pipo pun tiba. Saluran yg dia bangun sudah selesai. Hampir semua orang desa berkumpul saat air mulai mengalir dari saluran pipanya menuju ke penampungan air di desa. Sekarang, desa itu sudah bisa mendapat pasokan air bersih secara tetap. Bahkan penduduk desa yg sebelumnya tinggal agak jauh dari tempat itu kemudian pindah mencari tempat yg lebih dekat dengan sumber air itu.
Setelah saluran pipa itu selesai, Pipo tidak perlu lagi membawa-bawa ember. Airnya akan terus mengalir, baik dia sedang bekerja maupun tidak. Air itu terus mengalir, baik dia sedang bekerja maupun tidak. Air itu terus mengalir, baik saat dia makan, tidur ataupun bermain-main. Air itu tetap mengalir di akhir minggu ketika dia menikmati banyak permainan. Semakin banyak air yg mengalir ke desa, semakin banyak pula uang yg mengalir ke kantung Pipo.
Pipo yg tadinya terkenal dengan julukan Pipo si Manusia Pipa, kini menjadi lebih terkenal dengan sebutan Pipo si Manusia Ajaib. Tetapi, Pipo paham sekali apa yg sesungguhnya dia capai bukanlah sebuah keajaiban. Ini semua sebenarnya barulah langkah awal dari suatu pencapaian cita-cita yg besar. Memang benar, nyatanya Pipo mempunyai rencana yg jauh lebih besar daripada apa yg sudah dihasilkan di desanya.
Tahun demi tahun pun berlalu. Pipo sudah lama pensiun. Usaha saluran pipa-nya yg mendunia terus-menerus mengalirkan ratusan juta dollar per tahun ke rekening-rekening bank dia. Ketika ia jalan2 di desa, kadang-kadang ia melihat beberapa orang pemuda. Mereka tampak sibuk mengangkuti air dengan ember, dan hal itu mengingatkannya pada masa dimana ia pernah juga menjadi pengangkut ember yang sama seperti mereka.
===============
Cerita ini bagaikan kisah ku saat baru memulai bisnis Oriflame. Saat itu aku masih bekerja, lelah benar sepulang kerja kantor kadang masih harus menemui prospek. Sampai rumah setelah menidurkan anak masih harus terbangun dan belajar bahkan memfollow up prospek dan core team. Weekend pun terkadang harus bertemu team atau belajar bisnis. Sedangkan teman-teman kantor ku masih riang gembira menikmati weekend nya saya memanfaatkan waktu buat membangun bisnis.

Hasilnya?
Sekarang saat mereka kasih harus berjibaku dengan kemacetan, saya bisa kerja dari rumah aja, penghasilan dari bisnis ini alhamdulillah sudah berkali2 lipat dari penghasilan dulu waktu masih ngantor, belum lagi berbagai perjalanan keluar negri yang sangat luar biasa...
Memang perjuangan itu ga semua orang mau lakukan, tapi saat kita lakukan dengan suka cita, insya Allah hasilnya pun sepadan...

Jadi, kalian pilih sebagai Pipo atau Embro?

Tuesday, February 14, 2017

Nonton Basket NBA Miami Heats VS Houston Rockets 17 January 2017

Waktu kecil semua orang pasti punya impian, suami saya dari kecil salah satu olahraganya Basket Ball, dan suka banget nonton NBA di Televisi, waktu itu tahun 80an sd 90an, jaman pemainnya masih Magic Johnson,Michael Jordan,Scoty Pipen dari Chicago Bulls, Larry Bird dari Celtics,  sampai Shaquel O Neil..kalau sekarang tahun 2000an dah ngga tau lagi deh secara kayaknya dah ngikutin lagi he he
Tapi yang paling sering diucapkannya sampai sekarang kalau kebetulan nonton basket NBA di Televisi pasti mengucapkan " ayah pengen niy nonton NBA langsung" 'ayah pengen neh dengerin langsung bunyi sepatunya" karena kedengeran tuh kalau kita lagi nonton Pertandingannya di TV...cuit cit ciit...

Nah pas tau bakalan dapat jalan jalan gratis ke Miami USA, sang suami langsung deh harap harap cemas nunggu jadwal acara Oriflame disana ngapain aja, karena mau nyocokin ama jadwal nonton Basket NBA .
Pas Browsing webnya Miami Heats ketauan deh kalau tanggal 17 January 2017 jam 7 malam, ada jadwal Miami Heats VS Houston Rockets..langsung deh pesen tiketnya di www.ticketmaster.com
Tapi  kalau mau pesen tiket murah browsing browsing aja web yang lain karena ada temen yang bisa dapat lebih murah tiketmya coba ke https://www.vividseats.com . Kalau ticket master ini agak mahal karena banyak fasilitasnya, misalnya kalau kita mau batalin dia ada fasilitas suoaya kita bisa nawarin tiket kita lagi ke pengunjungnya yang lain, atau kalau pas temen kita terlambat datang bisa kita share tiketnya temen kita sehingga kita ngga perlu nungguin dia.
Yang jelas beli tiketnya kayak kita kalau mau beli tiket pesawat atau cari hotel ajah, banding bandingin ajah samapi yang termurah. 
Bahkan ada saudara temen di abeli langsung di tempat alias di loketnya setelah pertandingan mulai 10 menit harga tiketnya bisa nego hehehehe...mungkin daripada ngga laku kali yaa..

Ayah waktu itu sengaja beli jauh jauh hari karena saking semangatnya ngga mau lepas dari kesempatan buat nonton NBA secara dah impian dari kecil.
Saking semangatnya kita berombongan beli tiketnya rame rame ama leader oriflame yang lain, dan janjian bikin kaos OM Telolet OM hahhaa...


Sebelum masuk kite mejeng dulu di depan American Airline Arena kandangnya Miami Heats

Untuk menacapai lokasi , again kita naik uber yang merupakan transportasi utama kita selama di USA hiks...lumayan juga biayanya kalau di total total he he..
Tiket NBA Miami Heats yang kita beli bentuknya e ticket, jadi di HP kita dikirimkan bar scan code, kemudian di scan di pintu masuk kemudian baru keluar tiketnya.
Nah penampakan tiketnya nanti kayak gini, hasil print print otomatis..


Setelah discan baru langsung deh kita menuju tempat duduk kita yang ada diatas dengan naik tangga huf huf lumayan karena semangat jadi ngga terasa cape
Sebelum masuk kita foto dulu deh sekeluarga

Suasana didalam Arena kurang begitu ramai mungkin karena pemulaan musim jadi belum terlalu antusias penduduk Amerika nya, beda ama rombongan leader oriflame yang antusias bangert bahkan sebulan sebelum berangkat dah beli tiketnya he he




Akhirnya permainan dimulai jugaa eaaaa

Permainan berjalan seru, saling susul menyusul yang pada akhirnya dimenangkan oleh Tuan Rumah dengan Score 109 sedangkan lawannya Houston Rockets 103.


Sepanjang permainan selain nonton , ttep dong kita foto foto supaya eksis gitu loohh hehe




Usai Permainan langsung deh...kita foto foto lagi hahaha



Di Stadion ini seperti biasa dijual juga merchandise yang berhubugan dengan dengan Miami Heats, bagus bagus dan mayan juga harganya apalagi kalau dibandingin ama Pasar Tanah Abang





Nah ngga kalah seru pas pulangnya, kita sempet nunggu lama UBERnya datang karena macet suasana diluar stadion, kita sempet juga siy foto foto sambil nungguin Uber nya dateng he he.
Meskipun mahal naik uber tapi lumayan murah daripada nyewa mobil dan parkir di situ, temen yang nyewa dan parkir disitu kena $5 per jam total sekitar $30 an kenanya..



Sambil menunggu UBER untuk pulang ke hotel dari American Airlane Arena  kita menikmati alunan musik dari pengamen jalanan.




Thursday, February 9, 2017

The Diplomat Hotel Resort & Spa Miami,USA 13 jan - 20 Jan 2017

Selamat datang lebih dari  1200 orang Delegasi Oriflame dari 49 Negara  di Hotel The Diplomat Resort and Spa, Curio A Collection By Hilton !


Hotel ini luar biasa gede, kamarnya banyak banget pastinya secara bisa menampung lebih dari 1200 orang he he.
Alhamdulillah kami dapat 2 kamar karena posisi kami sebagai Executive Director di bisnis online Oriflame ini.
Saya, Suami, anak anak kami Putri dan Fakhri telah 3x pergi gratis dari Oriflame bersama sama, pertama Diamond Confernce di Singapore, kedua Exevecutif dan Diamond Conference di Qatar Abu Dhabi dan sekarang Ecexutive dan Diamond Conference Jubille 50 Th di Miami, USA

Kamar kami dapat 2 di hotel ini no 3250 dan 3252 South Tower, manteb kaannn... rencananya kamarnya yang 1 buat koper dan yang satu lagi buat kita tidur...gaya yah
Nah penampakan kamar kami bisa diklik di link ini Kamar Hotel The Diplomat Resort Miami USA.
Hotel ini terletak di pesisir pantai , saya lampirkan yah posisi petanya dari google map





Kamar yang kami dapatkan bagus viewnya, ke kota Miami








Yang menarik Hotel ini mendukung Green Envorinment, jadi kalau kita tidak ingin kamar kita dibersihkan, sprei tidak diganti, maka tiap hari kita akan mendapatkan $5 per hari, yang bisa dibelnjakan apa aja di lingkungan hotel.. 
Kami berpartisipasi di program tersebut dan mendapatkan lbih dari 6 voucher..
Lumayan buat beli makanan dan minuman di hotel tersebut buat bekel kalau lagi mau jalan jalan hahaha.




 Pantai Hotel ini kece banget...pasirnya lembut, airnya jernih dan dingiiinn..segeerrr...
Putri dan Fakhri enjoy banget main pasir dan berenang di pantai ini












Asik kan hotelnya?
Gratis tis tis loh kami nginep disini selama 1 minggu..
Nah yang mau tau caranya gimana bisa ke Amerika Gratis dan bisa ngajak anak juga hub aja aku yaa
Wita di WhatsApp 0813- 1911-6747 atau di FB Witaradyasari, nanati aku ajarin yang penting kamunya tau mimpi kamu sehingga kerjanya lebih enak karena ada tujuanya.
Yuk Ah..

oh iya yang pengen tau suasana real pantainya bisa klik link ini yaa Berenang di Pantai Hollywood, Miami Beach,Florida

#Bersambung